BI Ajak Masyarakat Cek Email di Have I Been Pwned, Kenali Risiko Kebocoran Data
BI Ajak Masyarakat Cek Email di Have I Been Pwned, Kenali Risiko Kebocoran Data
PALU – Bank Indonesia Sulawesi Tengah mengajak masyarakat memeriksa keamanan alamat email yang digunakan sehari-hari melalui situs Have I Been Pwned (HIBP). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebocoran data pribadi di tengah meningkatnya penggunaan layanan dan aplikasi digital.
Kamis, 05/11/2026.
Pelaksana KPw BI Sulteng, Kristoforus Ronald Motoh, yang hadir sebagai narasumber dalam acara Capacity Building Keprotokolan, Kehumasan, Aparat Penegak Hukum, dan Media Provinsi Sulawesi Tengah pada 30 oktober 2026 di jakarta, mengungkapkan dalam kegiatan edukasi keamanan digital, peserta diminta memasukkan alamat email yang paling sering digunakan ke situs Have I Been Pwned untuk mengetahui apakah alamat email tersebut pernah tercatat dalam insiden kebocoran data.
"Hasil pemeriksaan akan ditampilkan dengan indikator warna. Jika hasilnya merah, artinya alamat email tersebut pernah ditemukan dalam satu atau lebih insiden kebocoran data yang tercatat dalam basis data Have I Been Pwned." Ungkap, Kristoforus Ronald Motoh
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pengguna untuk segera meningkatkan keamanan akun, terutama dengan mengganti kata sandi email dan akun lain yang menggunakan kata sandi serupa.
Sementara itu Kristoforus juga mengatakan jika hasil pemeriksaan berwarna hijau, artinya Have I Been Pwned tidak menemukan alamat email tersebut dalam insiden kebocoran data yang tercatat di basis datanya.
"Meski demikian, hasil hijau bukan jaminan bahwa email maupun perangkat sepenuhnya aman. Sebab, tidak semua insiden kebocoran data tercatat dalam layanan tersebut." Katanya.
Selain pemeriksaan email, Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memperbarui kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta menghapus aplikasi yang tidak lagi digunakan.
Pengguna juga diimbau memastikan aplikasi yang terpasang berasal dari penyedia resmi dan memperbarui aplikasi maupun sistem operasi secara berkala untuk menutup celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keamanan email dan data pribadi saat menggunakan berbagai layanan digital, termasuk layanan pembayaran.

Posting Komentar