News Info Terkini
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapolresta Banggai: Jangan Makan Devil Crab, Racunnya Tetap Mematikan Meski Dimasak”

Kapolresta Banggai: Jangan Makan Devil Crab, Racunnya Tetap Mematikan Meski Dimasak”

Kapolresta Banggai: Jangan Makan Devil Crab, Racunnya Tetap Mematikan Meski Dimasak”

Banggai - Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto mengimbau masyarakat agar tidak menangkap, memperjualbelikan, maupun mengonsumsi kepiting jenis devil crab atau kepiting setan. Kepiting tersebut diketahui memiliki racun alami yang dapat membahayakan hingga mengancam nyawa manusia.


Imbauan itu ditujukan khususnya kepada nelayan, pedagang hasil laut, hingga masyarakat yang gemar mengonsumsi makanan laut.


“Racun pada kepiting ini bersifat tahan panas. Proses memasak seperti merebus, menggoreng, atau membakar sama sekali tidak akan menghilangkan atau mengurangi kadar racun di dalamnya,” kata Hendri kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).


Hendri menjelaskan, seseorang yang tidak sengaja mengonsumsi devil crab dapat mengalami gejala keracunan hanya dalam hitungan menit. Gejalanya meliputi mati rasa pada mulut dan bibir, tubuh mendadak lemas, kelumpuhan otot, hingga gagal napas yang berpotensi menyebabkan kematian.


Karena itu, masyarakat diminta mengenali ciri-ciri fisik kepiting tersebut agar tidak salah mengonsumsinya.


Menurut Hendri, devil crab umumnya memiliki warna mencolok dengan cangkang berwarna krem atau cokelat muda yang dipenuhi totol besar berwarna merah, ungu, atau cokelat tua menyerupai motif macan. Kepiting ini juga kerap ditemukan bersembunyi di sela-sela terumbu karang.


“Mari bersama meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan demi keselamatan keluarga. Kenali, hindari, dan jangan konsumsi kepiting devil crab,” ujarnya.


Selain mengimbau masyarakat, Kapolresta Banggai juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan sosialisasi kepada nelayan dan pedagang ikan di wilayah Banggai. Langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban keracunan akibat mengonsumsi kepiting beracun tersebut.

Tags

Newsletter Signup

Jangan Lupa Subscribe Yah Agar Mendapatkan Update Informasi Dari Kami.

Posting Komentar