Cabai Rawit di Palu Tembus Rp140 Ribu/Kg, Kemarau Bikin Panen Seret
Cabai Rawit di Palu Tembus Rp140 Ribu/Kg, Kemarau Bikin Panen Seret
Palu – Harga cabai rawit lokal jenis jarum di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), melonjak hingga Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan harga dalam sebulan terakhir ini dipicu terbatasnya pasokan lokal akibat kemarau panjang yang berdampak pada hasil panen petani.
Pantauan di Pasar Inpres Manonda, senin 12/10/2026, cabai rawit jarum lokal dijual Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit dari Makassar dijual lebih murah, yakni Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram.
Pedagang cabai, Fandi, menyebut kenaikan harga berlangsung secara bertahap sejak beberapa bulan terakhir. Dalam sebulan belakangan, harga cabai rawit lokal bertahan tinggi karena pasokan dari petani setempat belum mencukupi kebutuhan pasar.
“Kenaikan harga tak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai keriting kini dijual sekitar Rp85 ribu per kilogram, naik dari harga normal yang berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.” kata Fandi.
Kondisi ini menambah beban pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan dapur, termasuk pelaku usaha kuliner yang menggunakan cabai sebagai bahan baku.
Pedagang lainnya, Sofyan, mengatakan terbatasnya pasokan cabai lokal juga berkaitan dengan kondisi kebun yang terdampak panas dan kemarau panjang.
‘’Pasokan dari luar daerah, terutama Makassar, menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pasar di Palu.’’ kata Sofyan.
Selama pasokan cabai lokal belum kembali normal, harga di pasar tradisional Kota Palu masih bertahan tinggi. Perbaikan hasil panen dan kelancaran pasokan menjadi faktor penting agar harga cabai kembali terjangkau.

Posting Komentar