Gerakan Pangan Murah Digelar di TVRI Sulteng, Warga Antusias Berbelanja
Gerakan Pangan Murah Digelar di TVRI Sulteng, Warga Antusias Berbelanja
PALU - Gerakan Pangan Murah digelar di halaman Kantor TVRI Sulawesi Tengah, Rabu pagi. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Sejak pagi, warga terlihat berdatangan dan mengantre untuk membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok. Komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, telur, gula, bawang merah, dan bawang putih.
Gerakan Pangan Murah ini merupakan kerja sama TVRI dengan Badan Pangan Nasional melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 TVRI.
Kepala Dinas Pangan Sulawesi Tengah, **Rohani Mastura**, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk memastikan bahan pangan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat, pembelian sejumlah komoditas dibatasi. Setiap warga dapat membeli minyak goreng maksimal 10 liter, beras sebanyak 5 kilogram atau satu karung, gula maksimal 2 kilogram, serta telur satu rak.
Pembatasan dilakukan agar stok pangan dapat dibagikan secara merata kepada masyarakat. Selain itu, kebijakan tersebut juga untuk mencegah pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi menyebabkan penimbunan maupun penjualan kembali dengan harga lebih tinggi.
Salah seorang warga, **Nur Ani**, mengaku terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membantu mengurangi pengeluaran kebutuhan sehari-hari.
Gerakan Pangan Murah diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan serta menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di Sulawesi Tengah.

Posting Komentar