Jurnalis Sulteng Didorong Perkuat Narasi Isu Bencana dan Iklim
Jurnalis Sulteng Didorong Perkuat Narasi Isu Bencana dan Iklim
PALU - Jurnalis di Sulawesi Tengah didorong untuk memperkuat pemberitaan terkait pengurangan risiko bencana (PRB) dan adaptasi perubahan iklim (API) melalui pendekatan berbasis lanskap.
Hal itu disampaikan Area Manager Sulawesi Tengah SHIP Indonesia, Masturidho, dalam kegiatan Dialog Jurnalis bertema Menguatkan Narasi Media tentang Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim di Lanskap Palu-Sigi-Donggala.
Menurut Masturidho, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai isu kebencanaan dan perubahan iklim agar dapat menghasilkan pemberitaan yang lebih mendalam, berbasis data, serta berperspektif lingkungan.
“Kami ingin membangun ekosistem jurnalis hijau di Sulawesi Tengah sehingga isu perubahan iklim, mitigasi, dan adaptasi bencana dapat menjadi narasi yang berkelanjutan di media,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga mendorong adanya fellowship pemberitaan yang berfokus pada upaya mitigasi dan adaptasi bencana di wilayah lanskap Palu-Sigi-Donggala atau Pasi Gala, mencakup Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu hingga kawasan pesisir Donggala dan Kota Palu.
Masturidho menjelaskan, wilayah Palu, Sigi, dan Donggala dipilih karena memiliki keterkaitan dalam satu bentang lanskap DAS Palu. Kondisi lingkungan di wilayah hulu, tengah, hingga hilir sangat memengaruhi tingkat risiko bencana yang terjadi.
Ia mencontohkan, banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Palu tidak terlepas dari kondisi lingkungan di kawasan hulu, termasuk dampak deforestasi yang memicu sedimentasi dan peningkatan risiko banjir.
Karena itu, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim perlu dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media.

Posting Komentar