Pertamina Siapkan 80 Ribu KL Avtur untuk Penerbangan Haji 2026, Layanan Diperkuat di 14 Embarkasi
Pertamina Siapkan 80 Ribu KL Avtur untuk Penerbangan Haji 2026, Layanan Diperkuat di 14 Embarkasi
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan kesiapan avtur menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan mobilitas udara jamaah haji berjalan lancar.
“Penyediaan avtur didukung sistem rantai pasok terintegrasi, mulai dari kilang hingga layanan pengisian pesawat (into-plane), sehingga operasional penerbangan haji dapat berjalan aman dan tepat waktu,” ujar Roberth dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Adapun layanan penerbangan haji terbagi dalam dua fase, yakni fase I pada 22 April-21 Mei 2026 dan fase II pada 1-30 Juni 2026. Pertamina memastikan kesiapan operasional dan keandalan pasokan di seluruh titik layanan selama periode tersebut.
Sebanyak 14 embarkasi haji yang dilayani meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda, Minangkabau, Hang Nadim, Kualanamu, Sultan Mahmud Badaruddin II, Soekarno-Hatta, Kertajati, Adi Soemarmo, Juanda, Lombok International Airport, Sepinggan, Syamsudin Noor, Hasanuddin, serta Yogyakarta International Airport yang menjadi embarkasi baru tahun ini.
Khusus wilayah Sulawesi, Pertamina memperkuat layanan di Embarkasi Makassar yang mengalami peningkatan jumlah jamaah sekitar 1,75 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk mendukung hal tersebut, disiapkan sekitar 4.690 KL avtur untuk fase keberangkatan dan kepulangan, naik sekitar 4,52 persen.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan kesiapan operasional seiring meningkatnya kebutuhan penerbangan haji.
“Kami memastikan distribusi avtur berjalan andal dan seluruh proses penerbangan haji di wilayah Sulawesi dapat berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu,” kata Lilik.
Secara keseluruhan, kebutuhan avtur pada periode haji 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 80.000 KL. Angka ini meningkat sekitar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan 5,6 persen di atas rata-rata penyaluran harian normal.
Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan sistem Digital Ground Operation (DGO) untuk memantau proses pengisian avtur secara real-time. Sistem ini memungkinkan peningkatan transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas layanan kepada maskapai seperti Garuda Indonesia dan Saudia.
Pertamina berharap seluruh proses penerbangan haji berjalan lancar, serta jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Posting Komentar