BPBD Sulteng Buka Opsi Water Bombing untuk Padamkan Karhutla di Parigi Moutong
BPBD Sulteng Buka Opsi Water Bombing untuk Padamkan Karhutla di Parigi Moutong
Palu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah membuka opsi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong menggunakan metode water bombing atau pengeboman air dengan helikopter.
Opsi tersebut telah dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyusul luasan karhutla yang terus bertambah dan api mulai merambat ke kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, mengatakan penggunaan water bombing dipertimbangkan karena kondisi geografis lokasi kebakaran yang didominasi wilayah perbukitan, sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api melalui jalur darat.
“Karena medan cukup sulit dan api sudah masuk kawasan hutan produksi terbatas, maka salah satu opsi yang kami buka adalah water bombing,” kata Asbudianto, Kamis (6/2/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, luas hutan dan lahan yang terbakar di Parigi Moutong kini mencapai sekitar 128 hektare, meningkat signifikan dari sebelumnya yang tercatat sekitar 21 hektare. Karhutla tersebut berdampak terhadap 1.329 jiwa yang tersebar di Desa Uevolo dan Desa Avolua.
Asbudianto menambahkan, kondisi kebakaran juga diperparah oleh cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga mempercepat penyebaran api. Oleh karena itu, metode water bombing dinilai cukup efektif untuk membantu percepatan pemadaman.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan water bombing baru dapat dilakukan jika ada usulan resmi dari pemerintah daerah setempat kepada BNPB.
“Pelaksanaannya harus melalui usulan pemerintah daerah kabupaten. Kami sifatnya memfasilitasi dan mengoordinasikan,” jelasnya.
Sementara itu, BPBD Sulteng juga telah menambah dua unit mobil tangki air untuk mengoptimalkan pemadaman, terutama di lokasi api yang sempat mendekati area permukiman warga.
BPBD Sulteng juga akan melakukan evaluasi terkait kemungkinan peningkatan status karhutla di Parigi Moutong dari siaga menjadi darurat, seiring perkembangan kondisi di lapangan.

Posting Komentar