21 Ruang Kelas Dan Masjid MAN 1 Palu, Belum Dilakukan Perbaikan Pasca Bencana 2018 Silam
21 Ruang Kelas Dan Masjid MAN 1 Palu, Belum Dilakukan Perbaikan Pasca Bencana 2018 Silam
Pasca bencana Gempa Bumi , Tsunami serta Likuifaksi, yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi Dan Donggala, pada 2018 silam, masih banyak sarana dan prasarana yang belum dilakukan perbaikan oleh pemerintah baik yang ada di Daerah maupun Pusat.
Anggota DPR RI Komisi VIII , Matindas J Rumambi, yang melakukan Reses di Provinsi Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, meninjau langsung kondisi saranan dan prasaranan yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu. Dalam hasil kunjungan tersebut, Ia menemukan masih banyaknya Ruang Kelas maupun gedung yang mengalami keretakan akibat bencana Gempa 2018 lalu, dan belum dilakukan perbaikan sama sekali.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Madrasah Kementrian Agama Wilayah Sulawesi Tengah, Moh Syamsu Nursi, Menyebutkan, Jika masih banyak ruang kelas yang digunakan oleh siswa, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dalam kondisi yang rusak parah.
“ anggaran yang ada di kami hanya mampu memperbaiki beberapa gedung saja, dan tidak mampu untuk mencover seluruh perbaikan gedung, untuk itu kami berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, bisa meninjau kembali gedung di man 1 palu, agar bisa dilakukan perbaikan “ Tuturnya
Apabila kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di Ruang Kelas yang rusak dan sewaktu waktu terjadi gempa, maka Ruangan tersebut tidak akan bertahan lama dan akan banyak anak sekolah yang menjadi korban.
Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu, Rusdiana, mengatakan, dari 27 Ruang Kelas yang mengalami rusak berat, baru sekitar 6 Ruangan yang dilakukan perbaikan, Sementara untuk 21 Ruangan lainnya, Masjid serta Laboratorium Praktek, sama sekali belum di perbaiki dan kondisinya sangat memprihatinkan.
“ Man 1 Kota Palu ini ada 27 rombongan belajar, saat ini yang sudah di bantu pemerintah baru 1 rkb, yang mana 1 rkb ini berisi 6 kelas, 21 lainnya anak - anak masih belajar di gedung yang lantai maupun temboknya sudah pecah - pecah serta terbelah dan hampir rubuh “ Ungkapnya
Tentunya kondisi ini sangat mengkhawatirkan apalagi saat bencana gempa datang dengan skala kecil hingga besar, maka gedung tersebut akan langsung rubuh, karena struktur bangunan sudah melemah.
Selain itu, Ruang kelas yang masuk kategori rusak berat ini, memang sudah seharusnya dilakukan perbaikan dan peremajaan kembali, karena gedung ini telah berdiri sejak tahun 1985 silam.
“ untuk itu, kami selaku kepala sekolah, sengat mengharapkan bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar “ Tutupnya


Posting Komentar