Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Donggala, Ini Daftar Desa Terdampak
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Donggala, Ini Daftar Desa Terdampak
Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (11/1/2026). Sedikitnya enam kecamatan dan puluhan desa terdampak dalam peristiwa ini.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, bencana terjadi sekitar pukul 11.35 WITA dan dilaporkan pada pukul 13.30 WITA di hari yang sama. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sungai, merendam permukiman warga, serta memicu longsor dan kerusakan infrastruktur.
“Banjir dan longsor terjadi di beberapa titik. Dampaknya cukup signifikan, mulai dari rumah rusak hingga jembatan dan akses jalan terputus,” ujar Asbudianto dalam laporan resminya, Selasa (13/1/2026).
Di Kecamatan Tanantovea, Desa Wani I menjadi wilayah terparah. Sebanyak 15 kepala keluarga terdampak, 9 rumah rusak berat, dan 4 rumah dilaporkan hanyut. Empat KK terpaksa mengungsi akibat kejadian tersebut.
Sementara di Kecamatan Labuan, banjir merusak sarana air bersih, memutus jembatan gantung penghubung desa, serta menyebabkan satu tiang listrik tumbang. Akses jalan di Desa Labuan Induk juga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Kerusakan infrastruktur juga terjadi di Kecamatan Sindue, dengan jembatan gantung penghubung Desa Sumari dan Desa Kumbasa terputus, serta abutmen jembatan Lero–Lero Tatari mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Di Kecamatan Banawa Tengah, banjir berdampak pada Jalan Trans Sulawesi, merusak tanggul sungai sepanjang kurang lebih 20 meter, dan mengancam rumah warga di Desa Limboro.
Meski dampak cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga Selasa pagi, kondisi di seluruh wilayah terdampak dilaporkan telah berangsur kondusif.
“Air sudah surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan secara mandiri,” kata Asbudianto.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Donggala telah melakukan kaji cepat, menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC), mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan, serta berkoordinasi dengan dinas terkait. Dinas Kesehatan juga telah mendirikan pos kesehatan di lokasi terdampak.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik penanggulangan bencana, pembangunan jembatan darurat, perbaikan infrastruktur, pembersihan material banjir, serta normalisasi sungai.
BPBD terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan BNPB serta instansi terkait guna percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Donggala.


Posting Komentar