News Info Terkini
Live
wb_sunny

Breaking News

Banjir Rendam Enam Desa di Sindue Donggala, Akses Jalan dan Jembatan Terputus

Banjir Rendam Enam Desa di Sindue Donggala, Akses Jalan dan Jembatan Terputus

Banjir Rendam Enam Desa di Sindue Donggala, Akses Jalan dan Jembatan Terputus

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/1/2026), menyebabkan banjir di enam desa. Tingginya debit air sungai mengakibatkan sejumlah akses jalan dan jembatan terputus.


Banjir terjadi sekitar pukul 11.35 Wita dan melanda Desa Amal Dusun Maliko, Desa Toaya, Desa Kumbasa, Desa Enu, Desa Lero, dan Desa Sumari. Informasi kejadian diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada pukul 18.00 Wita di hari yang sama.


Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai meluap dan merusak infrastruktur penghubung antarwilayah.



“Debit air yang sangat tinggi mengakibatkan luapan sungai dan merusak sejumlah akses jalan serta jembatan di wilayah Kecamatan Sindue,” ujarnya dalam laporan resmi BPBD.


Di Desa Amal Dusun Maliko, akses jalan penghubung menuju Desa Saloya terputus akibat kerusakan duiker dan longsoran badan jalan. Sementara di Desa Kumbasa, jembatan gantung penghubung dengan Desa Sumari dilaporkan putus total.


Di Desa Enu, jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun 2 dan Dusun 4 tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan di Desa Lero, satu unit jembatan mengalami kerusakan pada area landasan akibat tergerus arus sungai, namun masih bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat dengan kewaspadaan.


Adapun kondisi di Desa Toaya dan Desa Sumari hingga kini masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.


BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat peristiwa tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Donggala telah melakukan kaji cepat dan asesmen di lokasi terdampak.


“Kami telah menurunkan TRC dan Pusdalops untuk melakukan assessment serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala guna penanganan lanjutan,” tambah Asbudianto.


Kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembangunan jembatan darurat serta pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menimbun akses jalan.


BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.

Tags

Newsletter Signup

Jangan Lupa Subscribe Yah Agar Mendapatkan Update Informasi Dari Kami.

Posting Komentar